Jumat, 03 Juni 2011

Tanya Jawab Tentang Jerawat

Mengapa saya masih jerawatan padahal usia saya sudah lebih dari 20 tahun?
Berapapun usia anda, jerawat disebabkan oleh peningkatkan produksi kelenjar minyak pada kulit ditambah dengan infeksi bakteri. Setiap perubahan hormonal baik itu saat hamil maupun menstruasi dapat meningkatkan produksi minyak.
Jerawat juga ada hubungannya dengan faktor keturunan, jadi jika salah satu orang tua anda jerawatan maka anda pun akan beresiko tinggi terkena jerawat. Jerawat akan tetap menghantui anda sampai umur 40 tahun.
Saya sudah rajin membersihkan wajah tetapi koq saya masih jerawatan?
Membersihkan wajah secara teratur tidak akan membuat anda terhindar dari jerawat. Mengapa? Jerawat timbul ketika minyak yang mengering atau sebum teroksidasi dengan udara luar sehingga menghitam dan menutup pori pori kulit.
Cucilah wajah anda dua kali sehari dengan menggunakan sabun wajah yang ringan dan air hangat.
Apakah pil KB dapat menyebabkan jerawat?
Pil KB pada beberapa wanita dapat membantu mengendalikan pertumbuhan jerawat. Hormon yang terkandung dalam pil KB membantu memblok produksi hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon laki laki yang dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak. Tapi tidak semua jerawat disebabkan oleh aktivitas hormon androgen, pertumbuhan bakteri yang merajalela di pori pori wajah juga dapat menutup pori pori dan menyebabkan jerawat.
Apakah make up dapat menyebabkan jerawat?
Yap. Faktanya, apapun yang anda taruh di kulit wajah anda dapat menutup pori pori wajah. Cobalah menggunakan make up, tabir surya dan produk kulit lainnya yang bebas dari bahan bahan berminyak. Jika kulit anda sudah jerawatan, cobalah menggunakan produk kosmetik yang non komedogenik atau non acnegenik.
Saya suka stress di pekerjaan, apakah itu yang menyebabkan jerawat?
Stress bukan merupakan penyebab utama jerawat. Malah, tumbuhnya jerawat di wajah dapat menyebabkan anda stress. Dengan pengobatan jerawat yang pas, tentu saja dapat mengurangi stress yang disebabkan oleh jerawat.
Pada beberapa orang, stress memang dapat memperburuk kondisi jerawat. Jika memang anda yakin jerawat yang tumbuh akibat stress maka cobalah ke dokter untuk mencarikan metode relaksasi yang tepat.
Benarkah cokelat menyebabkan jerawat?
Tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan cokelat, gula dan makanan berminyak dapat menyebabkan jerawat. Tapi jika memang makanan itu yang menyebabkan anda jerawat, segeralah dihindari.
Gula atau makanan berminyak lebih berbahaya pada kesehatan anda secara umum. Makanan ini dapat meningkatkan resiko anda terkena diabetes atau penyakit jantung.
Apakah saya akan kena jerawat selamanya?
Jerawat tidak akan hilang seiring dengan peningkatan usia, namun ada satu penelitian yang mengatakan jerawat akan berkurang pada usia diatas 44 tahun. Pada wanita, jerawat akan menghilang saat menopause.
Bagaimana sih mengobati jerawat yang benar?
Obat obatan yang mengandung benzoyl peroksida, asam salisilat atau alpha-hidroxy acid adalah pilihan pertama untuk mengobati jerawat. Obat obatan ini dapat anda peroleh dengan mudah di apotek atau toko obat.
Bila jerawat anda telah parah segeralah ke dokter sehingga dapat diberikan obat obatan yang lebih kuat untuk membasmi jerawat termasuk antibiotika.
Bagaimana sih caranya mencegah jerawat?
Cobalah dua langkah mudah berikut :
Pertama, jangan suka menyentuh wajah. Menyentuh wajah terlalu sering dapat meningkatkan produksi minyak, mengiritasi kulit wajah dan meningkatkan perkembangan bakteri.
Kedua, jauhkan rambut berminyak dari wajah anda. Gunakan produk kecantikan rambut yang bebas minyak. Minyak pada rambut yang berlebihan dapat menutup pori pori wajah anda.

Tips Mengatasi Jerawat


Acne atau jerawat adalah penyakit kulit yang sangat sulit diatasi karena gejala yang timbul pada setiap orang tidaklah sama. Banyaknya produk anti jerawat yang beredar di pasaran membuat penderita jerawat kesulitan menentukan pilihan. Padahal tidak semua jerawat memerlukan penanganan khusus dengan obat obatan. Cukup dengan hal hal sederhana dan menggunakan bahan bahan tradisional yang ada di sekeliling kita sudah cukup untuk sekedar meminimalisir serangan jerawat.
Aloe vera atau daun lidah buaya dipercaya sebagai salah satu bahan yang sangat ampuh untuk membasmi jerawat. Air jelly yang keluar dari potongan daun lidah buaya bila diolesi secara rutin pada daerah yang jerawatan akan mengurangi pembentukan jerawat baru secara signifikan.
Membersihkan wajah dengan bahan bahan kimia sembarangan akan membuat kulit wajah anda kering. Meskipun kulit berminyak cenderung lebih mudah untuk jerawatan namun pada beberapa kasus, kulit yang kering pun dapat mengalami masalah jerawat yang parah.
Bahan alami lainnya yang bagus untuk dipersiapkan di rumah adalah es. Yap, es yang bisa dibuat dengan mudah di dalam ruangan pembeku kulkas. Es dapat mengurangi iritasi pada wajah terutama bila anda secara tidak sadar suka menjamah wajah anda yang jerawatan. Es akan mengurangi rasa gatal sehingga keinginan untuk menjamah wajah menjadi berkurang.
Berolah raga secara teratur akan membuat pori pori kulit anda terbuka sehingga kulit lebih mudah untuk bernafas. Berolah raga akan membuat tubuh anda berkeringat. Racun racun yang keluar bersama dengan keringat secara umum akan membuat kulit anda menjadi lebih sehat.
Glycolic acid yang terkandung pada beberapa krim kulit sangat berguna untuk mengendalikan pertumbuhan jerawat. Zat ini akan mempercepat regenerasi kulit dan mencegah kulit yang mati menutupi pori pori sehingga jerawat tidak terbentuk.
Penting untuk diketahui bahwa makanan yang kita konsumsi tiap hari harus cukup mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit.
Anda harus membiasakan diri membersihkan wajah sekurang kurangnya tiga kali sehari terutama bagi mereka yang memiliki masalah wajah berjerawat. Berikan perhatian khusus pada daerah T yakni antara hidung dan dahi. Gunakan sabun dengan pH yang seimbang dan cocok untuk kulit wajah.
Jangan membiasakan diri untuk memencet jerawat dengan tangan yang tidak bersih. Kebiasaan ini akan membuat bekas jerawat menghitam dan meninggalkan jaringan parut.
Bersihkan sarung bantal dan handuk anda sesering mungkin untuk mencegah kuman kuman bersarang disana.
Menghindari jerawat tidak mesti dengan obat obat mahal, cukup dengan menghindari kulit anda dari bahan bahan berbahaya dan berolah raga secara teratur serta memperhatikan makanan yang anda konsumsi setiap hari.

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus Tipe 2



Diabetes melitus tipe 2 atau sering juga disebut dengan Non Insuline Dependent Diabetes Melitus (NIDDM) merupakan penyakit diabetes yang disebabkan oleh karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel beta pankreas. Keadaan ini akan menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi naik tidak terkendali. Kegemukan dan riwayat keluarga menderita kencing manis diduga merupakan faktor resiko terjadinya penyakit ini.
Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh sel beta yang terdapat dalam pankreas. Pada keadaan normal, kadar insulin dalam darah akan berfluktuasi tergantung kadar gula dalam darah. Kadar insulin akan meningkat sesaat setelah makan dan akan menurun begitu kita tidak memakan sesuatu. Fungsi utama insulin adalah mendistribusikan glukosa yang terdapat dalam darah ke seluruh tubuh guna di metabolisme untuk menghasilkan energi. Bila kadar gula atau glukosa yang ada melebihi kebutuhan maka kelebihan itu akan disimpan dalam hati. Simpanan glukosa ini akan dilepaskan jika diperlukan misalnya saat tubuh kita kelaparan.
Saat seseorang menderita diabetes melitus tipe 2 maka ada dua kemungkinan yang terjadi yaitu, sel beta yang terdapat dalam pankreas produksi insulinya tidak mencukupi atau produksinya cukup namun tubuh resisten terhadap insulin. Kedua keadaan ini akan menyebabkan kadar glukosa dalam darah akan meningkat.
Untungnya tubuh mempunyai mekanisme yang sangat bagus untuk memberitahukan kita bila terjadi suatu kelainan. Sangatlah penting untuk mengetahui gejala diabetes melitus tipe 2 secara dini sebab semakin dini pengobatan dilakukan maka akan semakin bagus hasilnya dan semakin kecil kemungkinan terjadinya komplikasi. Berikut adalah beberapa gejala diabetes melitus tipe 2 yang patut kita waspadai.
Kelelahan yang luar biasa merupakan gejala yang paling awal dirasakan oleh penderita diabetes melitus tipe 2. Pasien akan merasakan tubuhnya lemas walaupun tidak melakukan aktifitas yang tidak terlalu berat. Jadi, bila anda selalu merasa lelah dan mengantuk meskipun sebelumnya anda tidak begadang, ada baiknya anda segera menemui dokter.
Penurunan berat badan secara drastis. Jika anda memakan makanan yang berlebihan maka tubuh anda akan semakin gemuk. Kelebihan lemak dalam tubuh akan menyebabkan resistensi tubuh terhadap insulin meningkat. Pada orang yang telah menderita diabetes, walaupun ia makan makanan secara berlebihan tubuhnya tidak menjadi gemuk dan malah mengurus hal ini disebabkan karena otot tidak mendapatkan cukup energi untuk tumbuh.
Gangguan penglihatan. Kadar gula yang tinggi dalam darah akan menarik cairan dalam sel keluar, hal ini akan menyebabkan sel menjadi keriput. Keadaan ini juga terjadi pada lensa mata, sehingga lensa menjadi rusak dan penderita akan mengalami gangguan penglihatan. Gangguan penglihatan ini akan membaik bila diabetes melitus berhasil ditangani dengan baik. Bila tidak tertangani, gangguan penglihatan ini akan dapat memburuk dan menyebabkan kebutaan.
Sering terinfeksi dan bila luka sulit sekali sembuh. Keadaan ini bisa terjadi karena kuman tumbuh subur akibat dari tingginya kadar gula dalam darah. Selain itu, jamur juga sangat menikmati tumbuh pada darah yang tinggi kadar glukosanya.
Demikianlah beberapa gejala tambahan yang bisa anda perhatikan pada penyakit diabetes melitus tipe 2.

Kanker Darah (Leukimia)

Sering nonton sinetron di televisi? Leukemia atau kanker darah merupakan penyakit yang sering dipakai untuk menguras air mata penonton. Jadi, istilah kanker darah sudah tidak asing lagi di telinga anda. Tapi tahukah anda apa dan bagaimana kanker darah itu?
Sebelum kita bicarakan lebih jauh tentang leukemia, ada baiknya kita mengenal dulu sumsum tulang sebab penyakit leukemia awalnya bersumber dari sana.
Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang ada pada setiap tulang. Di sumsum tulang inilah sel darah dibuat. Sel darah yang pabriknya ada pada sumsum tulang yakni :
  • Sel darah putih, tugasnya melindungi tubuh dari infeksi.
  • Sel darah merah, tugasnya membawa oksigen ke seluruh organ tubuh.
  • Platelet atau trombosit, tugasnya membantu proses pembekuan darah.
Pada orang normal, semua fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya, tetapi tidak pada penderita leukemia. Sumsum tulang memproduksi sel darah putih abnormal dalam jumlah besar. Sel sel ini kemudian dikenal dengan nama sel leukemia. Tidak seperti sel darah putih umumnya, sel leukemia tumbuh sangat cepat bahkan mereka mampu tumbuh tiada henti.
Celakanya, pertumbuhan luar biasa sel leukemia ini mampu mendesak sel sel darah yang normal. Sehingga munculah masalah kesehatan seperti anemia, perdarahan dan infeksi. Sel leukemia juga menyebar ke kelenjar limfe dan organ lainnya menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.
Leukemia khan ada tipe tipenya, apa sih perbedaan pada masing masing tipe?
Ada bermacam tipe leukemia namun pada umumnya leukemia dibedakan berdasar seberapa cepat leukemia mampu membuat kondisi pasien lebih buruk dan jenis sel darah putih yang terlibat.
  • Akut dan khronis. Leukemia akut, perburukan terjadi sangat cepat dan pasien dapat merasakan keluhan saat itu juga sebaliknya leukemia khronis perburukan terjadi sangat lambat dan pasien tidak merasakan keluhan apapun dalam beberapa tahun.
  • Limpositik dan myelogenus. Leukemia limfositik atau limfoblastik melibatkan sel darah putih limfosit sementara leukemia myelogenus melibatkan sel darah putih myelosit.
Nah, dari penjelasan diatas, maka dibuatlah 4 macam tipe utama leukemia yaitu :
  •  Acute lymphoblastic leukemia atau ALL, leukemia yang banyak terjadi pada anak anak namun orang dewasa pun bisa menderitanya.
  • Acute myelogenous leukemia atau AML, leukemia yang dapat menyerang anak anak dan dewasa.
  • Chronic lymphocytic leukemia atau CLL, leukemia yang banyak terjadi pada orang dewasa, umumnya umur diatas 50 tahun. Anak anak jarang menderitanya.
  • Chronic myelogenous leukemia atau CML, leukemia yang umum terjadi pada orang dewasa.
Lalu timbul pertanyaan, apa sih penyebab leukemia itu?
Para ahli sampai saat ini belum dapat memastikan penyebab leukemia, tapi ada beberapa hal yang diduga sebagai faktor resiko terjadinya leukemia. Hal hal tersebut antara lain :
  • Terpapar radiasi dalam jumlah yang banyak.
  • Terpapar bahan kimia seperti benzena di tempat kerja.
  • Sedang menjalani kemoterapi kanker lain.
  • Menderita down syndrome atau masalah genetik lainnya.
  • Merokok.
Namun demikian, banyak juga orang yang memiliki faktor resiko diatas tetapi tidak menderita leukemia dan demikian pula sebaliknya.
Nah, sekarang gejala leukemia itu apa aja?
Gejala leukemia terggantung tipe leukemia yang diderita, tapi gejala yang umum terjadi antara lain :
  • Demam dan berkeringat di malam hari.
  • Sakit kepala.
  • Mudah memar dan berdarah.
  • Nyeri persendian dan tulang tulang.
  • Bengkak dan nyeri pada perut akibat pembesaran limfa.
  • Pembengkakan pada kelenjar limfe ketiak, leher dan lipatan paha.
  • Sering terkena infeksi.
  • Merasa lemas dan lesu.
  • Berat badan menurun demikian pula dengan nafsu makan.
Bagaimana leukemia didiagnosa?
Untuk mengetahui apakah anda menderita leukemia atau bukan, dokter akan :
  • Menanyakan tentang gejala yang anda rasakan termasuk riwayat terjadinya gejala tersebut.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan pemeriksaan darah.
Jika pada pemeriksaan darah ditemukan ketidaknormalan maka akan dilanjutkan dengan biopsi sumsum tulang. Pemeriksaan ini memungkinkan seorang dokter melihat sel sel yang ada di dalam sumsum tulang. Kunci utama informasi tentang leukemia ada disini termasuk moda pengobatan yang diperlukan.
Bagaimana sih caranya ngobatin leukemia?
Pengobatan leukemia terggantung banyak hal termasuk tipe leukemia yang anda derita, seberapa lama diderita dan umur serta kondisi kesehatan secara umum.
  • Pada leukemia akut, dilakukan pengobatan secara cepat untuk menghentikan pertumbuhan sel leukemia yang juga cepat. Pada beberapa kasus, leukemia dapat mengalami remisi. Beberapa dokter lebih memilih istilah remisi daripada sembuh karena ada kemungkinan kanker akan muncul kembali.
  • Pada leukemia limfositik khronis, pengobatan tidak akan dilakukan sampai gejala muncul. Tapi pada leukemia myelogenus khronis, pengobatan dapat dilakukan segera. Leukemia khronis jarang bisa disembuhkan, pengobatan hanya dilakukan untuk mengendalikan penyakit.

Anoreksia Nervosa



Anoreksia atau lengkapnya disebut anoreksia nervosa merupakan suatu gangguan yang berpotensi mengancam nyawa akibat kelaparan dan penurunan berat badan yang drastis. Diagnosa ditegakan jika seseorang kehilangan sedikitnya 15% dari berat badan normal atau idealnya. Penurunan berat badan yang ekstrem pada penderita anoreksia sangat berbahaya bagi kesehatan dan bahkan dapat mematikan.
Istilah anoreksia secara harafiah artinya kehilangan nafsu makan. Definisi ini sedikit salah kaprah sebab penderita anoreksia sebenarnya merasakan lapar namun menolak untuk makan. Penderita anoreksia sangat takut gemuk bahkan mereka tetap melihat dirinya gemuk padahal sudah sangat kurus. Mereka akan menolak makan dan melakukan olah raga yang berlebihan  untuk menurunkan berat badan.
Siapa saja yang dapat mengalami anoreksia?
Gangguan makan seperti anoreksia umumnya dialami oleh wanita terutama mereka yang berprofesi sebagai aktor, model, penari dan atlet. Mereka umumnya takut kelihatan gemuk akibat tuntutan profesi yang lebih mementingkan penampilan tubuh.
Penderita anoreksia tampak sangat berprestasi baik di sekolah, olah raga, pekerjaan dan aktivitas lainnya. Mereka terlihat perfeksionis dengan obsesif, cemas atau gejala depresif. Anoreksia dimulai pada masa pubertas dan dapat muncul kapan saja.
Apa sih penyebab anoreksia?
Penyebab pasti anoreksia masih belum diketahui namun diduga akibat kombinasi antara karakter pribadi, emosi, dan pola pikir. Faktor biologi dan lingkungan juga berperanan penting atas terjadinya anoreksia.
Penderita anoreksia sering menggunakan makan dan makanan sebagai cara untuk “melarikan diri” dari tekanan atau stress yang mereka rasakan. Perasaan rendah diri, cemas, marah, selalu kekurangan, kesepian juga memberikan kontribusi terhadap terjadinya anoreksia. Mereka yang mengalami masalah makan umumnya pernah mengalami sejarah buruk dalam hubungan pertemanan atau percintaan yaitu pernah dicampakan akibat kegemukan. Tekanan dari teman teman dan lingkungan sekitar yang tampak langsing dan cantik secara fisik ikut memancing seseorang mengalami anoreksia.
Gangguan makan juga disebabkan oleh masalah fisik. Perubahan hormonal yang mengendalikan masalah mood, selera makan, pikiran dan memori diduga berperanan atas terjadinya gangguan makan. Penderita anoreksia sering berasal dari keluarga yang salah satu anggotanya juga menderita anoreksia sehingga faktor genetik juga berperanan.
Apa saja sih gejala anoreksia?
Gejala anoreksia antara lain:
  • Penurunan berat badan yang sangat cepat dalam beberapa minggu atau bulan.
  • Terus terusan membatasi makan/diet meskipun sudah kurus.
  • Memiliki ketertarikan yang di luar kebiasaan terhadap suatu makanan, kalori, nutrisi atau memasak.
  • Sangat ketakutan bila berat badan meningkat.
  • Mempunyai kebiasaan makan yang aneh bahkan cenderung rahasia.
  • Takut gemuk meski sudah sangat kurus.
  • Tidak mampu menilai secara realistis terhadap berat badan seseorang.
  • Ingin selalu tampak sempurna dan suka mengkritik diri sendiri.
  • Kepercayaan diri sangat dipengaruhi oleh berat badan dan bentuk tubuh.
  • Depresi, cemas dan mudah marah.
  • Siklus haid yang tidak teratur dan bahkan tidak haid pada wanita.
  • Menggunakan obat diuresis, laksatif dan pil diet.
  • Sering sakit.
  • Menggunakan pakaian yang longgar untuk menutupi badan yang kurus.
  • Berolah raga yang berlebihan.
  • Merasa tidak berguna dan tidak ada harapan.
  • Putus asa.
  • Gangguan fisik seperti tidak kuat pada cuaca dingin, anemia, dan lain lain.
Bila tidak segera diatasi, anoreksia dapat menyebabkan:
  • Kerusakan organ khususnya jantung, otak dan ginjal.
  • Penurunan tekanan darah, nadi dan frekuensi nafas.
  • Rambut rontok.
  • Detak jantung yang tidak teratur.
  • Osteoporosis.
  • Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.
  • Kematian akibat kelaparan atau bunuh diri.
Bagaimana mendiagnosa anoreksia?
Mengindentifikasi anoreksia memerlukan tantangan tersendiri. Kerahasiaan, perasaan malu dan menolak dikatakan menderita kelainan adalah tantangan tersebut. Hal ini menyebabkan anoreksia sulit dideteksi dan baru diketahui setelah jangka waktu lama.
Begitu gejala tampak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik maupun penunjang untuk menegakan diagnosa anoreksia. Meskipun pemeriksaan laboratorium khusus untuk anoreksia tidak perlu tapi dokter tetap melakukan beberapa tes untuk memeriksa kemungkinan gangguan fisik yang telah terjadi akibat anoreksia.
Jika tidak ditemukan penyakit fisik, dokter akan menyarankan penderita anoreksia untuk ke psikiatri untuk mengatasi masalah mental yang terjadi.
Bagaimana mengobati anoreksia?
Perawatan kegawat daruratan pada anoreksia diperlukan jika terdapat kondisi dehidrasi berat, malnutrisi, gagal ginjal dan detak jantung tidak teratur yang mengancam nyawa.
Gawat atau tidak, pengobatan anoreksia memerlukan tantangan akibat penderita menolak dianggap memiliki masalah. Seperti gangguan makan yang lain, anoreksia memerlukan penanganan yang komprehensif untuk mengetahui kebutuhan tiap tiap pasien.
Tujuan pengobatan adalah mengembalikan berat badan ke posisi sehat, mengatasi masalah emosional, memperbaiki pola pikir dan menjaga agar perubahan tersebut berlangsung terus menerus. Pengobatan sering mengkombinasikan antara psikoterapi dan obat obatan.
Apakah anoreksia bisa dicegah?
Meskipun sangat sulit mencegah semua kasus anoreksia tetapi pengobatan dini begitu gejala muncul sangat membantu penderita jatuh ke kondisi yang lebih parah. Pendidikan secara dini tentang kebiasaan hidup sehat dan pandangan positif terhadap makanan serta penampilan juga sangat membantu mencegah keadaan yang lebih parah dari gangguan makan.

Kamis, 02 Juni 2011

Kanker Payudara

 

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.
Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.
Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.
Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.
Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit. Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara. Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu (biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun areola (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu), payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara. Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.
Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.
Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.
Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.
Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi. Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.
Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.
Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Gejala Kanker yang Sering Diabaikan Pria


Pria paling sulit diajak memeriksakan diri ke dokter kalau tidak sakit. Padahal dengan rutin memeriksakan diri ke dokter, beberapa penyakit berbahaya dapat terdeteksi secara dini termasuk kanker. Semakin dini diketahui maka kemungkinan pengobatan dan kesembuhan penderita kanker akan semakin besar.
Tidak semua kanker berbahaya memberikan gejala khas pada stadium awal, namun ada beberapa gejala yang patut diwaspadai pria yang bisa mengarah ke kanker. Walaupun belum pasti kanker, tetapi minimal dapat mendorong pria untuk memeriksakan diri ke dokter.
Berikut beberapa gejala kanker yang tidak boleh diabaikan pria.
Benjolan pada payudara
Sebagai pria tentu anda tidak akan menyangka bisa menderita kanker payudara. Walau tidak umum tetapi kemungkinan pria terkena Kanker Payudara tetap ada. Setiap benjolan yang muncul pada payudara harus diperiksakan ke dokter apalagi disertai dengan perubahan kulit pada payudara, puting yang mengkerut, kemerahan dan keluar cairan tidak normal.
Nyeri
Nyeri adalah keluhan yang paling sering dialami manusia seiring dengan bertambahnya usia. Walaupun tidak semua nyeri mengarah ke kanker tetapi munculnya nyeri yang tidak jelas penyebabnya jangan diabaikan begitu saja.
Perubahan pada testis (buah zakar)
Kanker testis biasanya menimpa pria yang berusia antara 20 sampai 39 tahun. Jika memungkinkan, lakukanlah pemeriksaan testis ke dokter secara rutin. Namun jika anda tidak punya waktu, lakukan pemeriksaan mandiri di rumah secara rutin sebulan sekali.
Setiap perubahan pada testis baik itu membesar atau mengecil patut diwaspadai sebagai gejala kanker. Dan bila ini terjadi, segeralah ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lengkap. Beberapa kanker testis berlangsung sangat cepat sehingga semakin dini diketahui akan semakin mudah diobati.
Perubahan pada kelenjar limfe
Jika anda merasakan benjolan atau pembengkakan pada kelenjar limfe di ketiak, leher atau di bagian tubuh yang lain, anda harus waspada dan segera ke dokter. Apalagi pembesarannya berlangsung sangat cepat dan lebih dari sebulan.
Demam
Jika anda mengalami demam tanpa sebab yang jelas, bisa jadi itu merupakan gejala kanker atau gejala radang paru yang harus mendapatkan penanganan segera.
Sebagaian besar kanker akan menimbulkan demam terutama setelah sel sel kanker menyebar ke organ tubuh yang lain. Demam juga jamak terjadi pada kanker yang melibatkan sel darah seperti lymphoma atau leukemia.
Penurunan Berat Badan
Anda gemuk lalu berat badan turun drastis tanpa ada usaha menurunkan? Jangan senang dulu, bisa jadi hal itu merupakan gejala kanker. Pria yang mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu yang relatif singkat harus segera ke dokter.
Lemas
Lemas atau kurang bertenaga adalah gejala pada pria yang bisa mengarah ke kanker. Seperti halnya demam, lemas juga muncul saat sel sel kanker sudah menyebar ke seluruh tubuh. Kecuali pada leukemia dan kanker usus besar, lemas bisa muncul pada stadium dini.
Batuk lama
Batuk merupakan gejala yang sering kita alami terutama saat demam, flu atau alergi. Batuk juga bisa terjadi sebagai efek samping suatu obat. Namun jika batuk berlangsung lama apalagi lebih dari 4 minggu, tidak boleh diabaikan begitu saja. Batuk lama bisa jadi sebagai suatu gejala kanker atau infeksi TBC dan bronchitis khronis.
Sulit menelan
Pria yang mengalami kesulitan menelan sering mengabaikannya dan membiasakan hidup dengan kondisi seperti itu. Padahal gangguan menelan bisa jadi merupakan gejala kanker pada saluran pencernaan misalnya kanker pada kerongkongan.
Pendarahan tanpa sebab yang jelas
Setiap kali anda mengalami perdarahan tanpa sebab yang jelas maka sebaiknya anda segera menemui dokter. Batuk darah, berak darah, kencing darah merupakan beberapa contoh perdarahan yang perlu anda waspadai. Berak darah selain gejala wasir atau ambien juga bisa merupakan gejala kanker usus besar.
Perubahan pada mulut
Jika anda merokok atau menghisap tembakau, anda harus waspada jika ada bercak putih pada mulut atau lidah anda. Bercak itu dikenal dengan istilah leukoplakia yang merupakan gejala awal dari kanker mulut.
Masalah perkemihan
Masalah perkemihan sudah menjadi sesuatu yang lumrah seiring dengan bertambahnya usia. Pada pria, masalah perkemihan yang lumayan sering terjadi adalah kesulitan kencing atau kencing tidak tuntas. Bila kondisi ini kian hari kian memburuk, ada baiknya anda segera ke dokter. Gangguan kencing merupakan gejala yang sering terjadi pada kanker prostat atau kanker kandung kemih.
Masalah pencernaan
Jangan anggap remeh jika anda mengalami gangguan pencernaan. Segeralah ke dokter karena disampin disebabkan oleh infeksi, gangguan pencernaan bisa juga karena kanker pada kerongkongan, lambung atau bagian lain dari sistem pencernaan.